Manusia dan kemajuan peradaban Tulisan ini adalah opini dari penulis dalam memahami eksistensi manusia dan peradaban yang telah tercipta.Sejatinya, opini ini muncul dan terkumpul dari berbagai pemahaman penulis setelah nonton beberapa video di youtube, diskusi dengan teman di social media, dan obrolan obrolan ringan dalam ajang balas komentar terhadap konten instagram. Maka dari itu, penulis sengaja tidak memberikan kejelasan sumber pada bagian akhir tulisan ini. Hopefully, you will enjoy it!
Bagaimana sih sebenarnya perkembangan dunia saat ini?
Perkembangan teknologi, massifikasi digital, dan revolusi industry yang telah mencapai era 5.0 membuat perubahan signifikan dalam hidup manusia. Interaksi social dan pegelolaan system secara perlahan berubah menuju cara yang lebih efektif dan efisien. Manusia secara perlahan mulai terdiskreditkan oleh berbagai inovasi yang diciptakan oleh perkembangan ilmu pengetahuan.Munculnya aplikasi, program computer, ditambah dengan kemunculan AI (Artificial Intelligent) secara berjamaah menunjukkan kehebatan dari peradaban manusia itu sendiri. Ilmu pengetahuan membuka mata manusia untuk menjadi makhluk paling unggul menanamkan eksistensinya dibandingkan makhluk lain. Bahkan manusia mengkooptasi keberadaan mahkluk lain untuk kepentingan kehidupan yang dianggap layak. Secara alami, manusia mengalami pergeseran nilai dan normatif baru yang dianggap lebih relevan serta normal. Budaya dan nilai mengikuti arah dari pola pikir hidup manusia pada umumnya. Seperti kebudayaan modern yang cenderung bebas, menuntut adanya pelonggaran norma agar hidup tidak menjadikaku.
Selama mengatasnamakan perkembagan dan tindakan manusia di nilai sebagai langkah yang progresif, maka value baru akan terbentuk dengan menggerus nilai lama untuk dianggap lebih normal dalam kehidupan social. Sebagi contoh, adalah emansipasi wanita yang memberikan jalan bagi para perempuan untuk bisa lebih terbuka dalam ruang public.Ini sangat berbalik dengan era saat perempuan dianggap sebagai individu yang tempatnya adalah wilayah domestic saja. Masih lekat dalam ingatan bagaimana anak perempuan dididik untuk menjadi individu yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan rumah tangga, dan bahkan sejak jaman prasejarah, perempuan adalah pengumpul buah dan menjaga anak, sementara laki-laki bertugas dalam perburuan.Secara perlahan, nilai ini berubah dengan adanya sentuhan atas nama emansipasi wanita hingga kesetaraan gender. Proses yang panjang menyisakan bekas evolusi terhadap perbedaan perkembangan fisik dan kompetensi antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan inilah yang saat ini berusaha untuk disamakan dalam mendapatkan hak secara privat maupun public.
Pertanyaan berikutnya adalah, apakah kemajuan teknologi, sains dan industry merupakan sesuatu yang baik bagi manusia? Perkembangan dan kemajuan budaya adalah sesatu yang selalu dicari oleh umat manusia.Tujuannya adalah bagaimana agar tercipta kehidupan yang lebih baik, efektif dan efisin.Namun, memang tidak dapat disangkal bahwa ada sisi gelap (dark side) yang sekaligus menjadi kekhawatiran umat manusia.
Kehidupan yang lebih baik, informasi lebih mudah terjangkau, pengetahuan lebih mudah didapatkan, tingkat harapan hidup yang lebih tinggi, kemajuan cloning dibidang peternakan, rekayasa genetika untuk meningkatkan ketahanan pangan, kecepatan pembangunan, semuanya memiliki dampak negative masing-masing. Pemanasan global, climate change, kemunculan jenis penyakit baru, gangguan psikologis, beragam jenis tindakan kejahatan, hingga kerusakan biodiversitas lingkungan hidup, serta masih banyak lainnya, menjadi masalah yang berasal dari tindakan manusia.
Secara tidak sadar, eksploitasi menjadi koin yang mesti dibayarkan atas kemajuan yang telah dibuat manusia. Sebagai penghuni planet ini, dimana alam juga punya hukum atas tindakan manusia, kesadaran manusia bahwa bumi adalah sumber daya yang tidak dapat diperbarui, memperdaya manusia untuk selalu mengambil lebih banyak dariapa yang telah didapatkan. Sehingga terkadang alam juga memberikan teguran dan peringatan dengan caranya sendiri. Contoh sederhananya adalah banjir yang disebabkan pembabatan hutan untuk membuka lahan pembangunan, atau karena sampah yang menumpuk disungai, bencana longsor yang diakibatkan karena tidak adanya pepohonan yang kokoh di beberapa daerah, serta krisis udara bersih sebab polusi yang diciptakan manusia, kebakaran hutan yang dilakukan secara sengaja yang berakibat pada kepunahan ekosistem didalamnya. Intinya, banyak kejadian dan bencana alam yang sebenarnya disebabkan oleh tindakan manusia sendiri.
Pertanyaan berikutnya, apakah manusia sadarkan hal ini?Dalam beberapa kasus, kita mesti bersyukur karena dewasa ini kita ditunjukkan pada tindakan spesies kita yang mulai berkesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup. Persetujuan Paris (Paris Agreement) yang tercipta tahun 2015 kemarin adalah bukti sadar bahwa usaha menjaga lingkungan hidup telah disadari secara kolektif. Negara yang terlibat juga telah menjamin komitmenmasing masing lewat pendidikan, pendanaan, politik, kampanye social, hingga gagasan NZE (net zero emission) dipertengahan abad ini. NZE ini tidak hanya lahir sebagai gagasan, melainkan sudah menjadi komitmen dari negara-negara yang telah meratifikasi Persetujuan Paris sebelumnya.Kesadaran ini juga dibuktikan dengan perhatian masyarakat di media social (online society) yang marak membicarakan tentang climate change dan isu lingkungan hidup lainnya.
Dengan mengonsumsi bacaan dan isu seputar lingkungan hidup, makaakan membangunkan opini dan atensi masyarakat terhadap isu lingkungan hidup. Dipihak lain, pemerintah Indonesia, sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan bernegara telah mengeluarkan sejumlah peraturan terkait lingkungan hidup serta memasukkan agenda pembangunan rendah karbon dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada bidang informasi, kita dapat menemukan banyak sekali jurnal yang berfokus pada isu-isu lingkungan hidup, memberikan data terbaru kondisi geografis dan sosial yang berpengaruh pada perubahan iklim dan kondisi bumi secara global. Tentu semua ini sangat bagus dan positif
Namun, apakah semuanya bejalan sesuai yang direncanakan?
Mungkin sangat tepat kiranya kita menggunakan sebuah konsep bahwa imajinasi tidak seindah realita. Rencana yang besar dan ideal tak dapat dieksekusi dengan mulus. Apalagi, dunia yang saat ini berada dalam system kapitalis. Dorongan untuk perkembangan ekonomi harus bertentangan dengan konsep-konsep rencana pemeliharaan lingkungan hidup. Seperti yang kita tau, pemerintah membicarakan perdangan carbon (carbon trade),komitmen NZE, tapi disatu sisi pemerintah memberikan ijin untuk pembangunan jalan yang menghubungkan pertambangan batu bara kepelabuhan untuk eksport seperti yang terjadi pada hutan-hutan di Sumatera.
Belum lagi pembukaan lahan untuk proyek food estate yang juga berakibat terhadap pembabatan hutan di Kalimantan. Tentu hal ini, sangat paradok sekali dengan tindakan pemerintah yang memberikan aturan tentang perlindungan lingkungan hidup. Tidak boleh dilupakan juga, bagaimana konsep Restorasi Ekosistem dari pemerintah yang mengandung banyak keganjilan, bagaimana mungkin, perusahaan yang melakukan restorasi mesti membayar pajak pada negara? Bagaimana bisa, dengan hanya memberikan dana bagi perusahaan restorasi, beberapa negara luar negeri telah melaksanakan komitmennya terhadap persetujuan paris?
At least, but not last, kita sebagai manusia memang memiliki peradaban yang sangat maju, luar biasa berkembang dan kita berhasil menunjukkan bahwa kita adalah makhluk Tuhan paling sempurna.Akan tetapi disatu sisi, manusia adalah makhluk paling jahat terhadap lingkungan. Dalam artian, manusia adalah makhluk paling merusak, eksploitatif terhadap kekayaan bumi dibandingkan makhluk lain.
Maka dari itu, penting bagi kita bersama untuk bertindak lebih hati-hati dan beradab terhadap lingkungan. Tanggungjawab terhadap perbaikan lingkungan hidup bukan hanya pada pundak pemerintah, melainkan semua spesies manusia yang berdomisli diatas bumi.
That all apa yang ada dalam otak penulis terkait manusia dan peradabannya saat ini.
Salam hangat dari penulis, mari bersama-sama melindungin bumi dengan tindakan sekecil apapun yang kita bisa lakukan.
Tags:
artikel
