Waktu yang kerap kucatat
Namamu yang biasa ku ucap
Dan bayangmu yang selalu kutangkap
Bintang bintang bersinar
Dan bulan memancarkan cahayanya
Kupandang langit disana, namamu
kabur kemana-mana
Kutatap wajahmu diantara bingkai
cahaya rembulan, senyummu memudar
Aku bimbang
Cinta yang tumbuh dikedipan matamu
Melahirkan kata rindu dan ragu
Hati yang selalu kau isi, dengan
kasih yang sunyi
Kini menciptakan kata gundah dan
patah
Lalu, saat nyaman kau telan
Kau sangat menikmati,
kau peluk ulasan rindu yang ikhlas
dihati
Namun, selang senja mulai padam
Dan lampu lampu bersinar redup
Kasihmu buram, dimataku remang
remang
Dan kau seperti menghilang
Aku bimbang
Billapora, 2 September
2022
